Jika ditanya kenpa saya
memilih masuk sekolah film, atau dunia perfilman yang pasti pasti karena ada
ketertarikan dan kesukaan dam film dan juga film prodacton dimana ada banyak
pertanyaan atau banyak dugaan dari hal hal dibalik layer sebuah film adanya
rasa ingin tau tentang hal hal sekitar pembuatan film dari segi pengambialn
adegan, naskah, property, wardrobe dan bidang lainya. awalnya semua mulai dari
hobi dan kesukaan saya dari kecil, dari kecil saya suka yang namanya crafting
dimama saya suka membuat projek dengan berbagay hal yang menarik bagi saya. Dan
yang kedua dari kecil saya suka membuat skenario dan cerita singkat karena saya
sangat suka bermain clay saya suka membuat karakter dan memberikan cerita dari
karakter karakter yang saya buat. Dan singkat cerita saat saya baru masuk
sekolah menengah pertama ( SMP ) saya mencoba banyak hal seperti
extracurricular di sekolah dan juga mencoba bergabung beberapa club atau kelas
seperti dace dan teater dan selama saya menjalani beberapa hal ini saya
memiliki lebih banyak ketertarikan dengan dunia teater disbanding dengan
kegiatan lainya. Di kelas teater saya mengenal dan belajar berbagai hal mulai
dari sisi performer dan juga menjadi back backstage crew. Secara pribadi saya
lebih suka dan cocok menjadi backstage crew dibanding menjadi performer tapi
dalam club kita diajar secara setara jadi semua orang belajar semuahal yang
sama dari dasar seperti belajar pelafalan belajar mengatur nafas belajar intonasi
dan volume bicara dan melakukan hal seperti bedah film tapi yang dibedah adalah
pertunjukan teater. Saya sendiri punya masalah jika diatas panggung karna saya
punya demam panggung dan tidak suka dilihat banyak mata tapi saya perna mencoba
mengambil kesempatan casting dalam salah satu drama musical dimana bukan hanya
melawan demam panggung saya juga harus belajar bernyanyi untuk cerita yg
dibawakan walau banyak struggle saya cukup puas untuk penampilan saya yang
pertama. Dan untuk hal hal yang lebih saya sukai atau tekuni pertama kali dalah
dalam divisi properti dan dekorasi set atau stage dimana dengan hobi crafting
saya, saya banyak berexplorasi mencoba banyak hal dan membuat banyak karya baru
dan juga belajar hal baru mulai dari menggunakan dan mengenal material material
baru menggunakan alat atau mesin berat untuk pertama kalinya. setelah beberapa
lama saya bergabung dlam divisi property di beberapa naskah baru saya diminta
untuk bergabung dalam divisi wardrobe
dimana kita membuat dan menyiapkan kostum karakter dengan penggambaran sesuai
cerita, tema dan juga penggabaran dari karakter itu sendiri. Untuk beberapa
karakter urban dan sejenisnya sebenarnya tidak terlalu sulit karena kita hanya
perlu mencari dan melakukan modifikasi dalam beberapa hal tapi untuk naskah
dengan tema fantasy atau drama musical untuk anak anak yang lebih magical kita
perlu bekerja ekstra dimana untuk mewujudkan karakter yang hidup di atas
panggung bukan hanya dibutuhkan pemeran yang baik tapi juga didukung dengan
penampilanya maka dari itu kita biyasanya membuat dari awal mulai dengan
mencari referensi dan riset mengenai hal yang berkaitan dengan karakter pemilihan
konsep dan warna, mencari bahan dan juga aksesoris lainya lalu kita perlu
mengukur seluruh badan agar cocok dengan pemain. Dalam proses banyak hal yang
pasti dipertimbangkan mulai dari Gerakan dan pengadeganan karakter terkadang
kita perlu melakukan perubahan dan juga trial and error untuk memastikan semua
berjalan dengan lancer diatas panggung. Hal paling krusial atau lebih
diperhatikan juka seorang karakter memiliki lebih dari satu atau bahakan dua set
wardrobe dimana kita harus memikirkan konsep tambahan perubahan wardrobe
derdasarkan kebutuhan seperti jika ada jeda waktu pemain keluar dan masuk
antara babak kitab isa melakukan
penggantian off stage tapi terkadang di beberapa naskah atau babak ada dimana
kita tidak mempunyai waktu jadi terkadang kita perlu berinovasi seperti mambuat
kostum two in one dimana bisa melakukan perubahan tanpa harus melepas kostum.
Dari divisi ini sendiri say belajar banyak hal seperti menjahit, mengenal
beragam jenis kain dan pernak Pernik lainya dan banyak hal lainya yang
berkaitan dalam pembuatan kostum. Selain mealukan hal hal dalam kegiatan teater
saya juga biyasanya melakukan hal lainya seperti decoration karena saya awalnya
dalam dividi decoration dimana saat saat event atau acara tertentu saya turut
mengambil bagian untuk melakukan dekorasi untuk stage beberapa ruangan dan juga
seisi hall mengikuti tema event ataupun tema dari acara itu sendiri. Dan hal
lainya yang saya suka lakukan yaiu menjadi event organizer dimana saya banyak
belajar dari komunitas untuk menjalankan banyak event dan sering saya terapkan
dimanapun saya menjalankan projek atau event. Hal hal seperti PM (Projct
manager), lighting, sound system, dan divisi lainya yang mendukung acara
bahakan membuat proposal, rundown atau schedule untuk acara. Factor lainya yang
membuat saya suka dengan dunia film adalah saat saya mencoba membuat film
pendek untuk acara sekolah dan memcoba membuat naskah sendiri. Saya merasa excited
dengan dunia ini karena dibanding dengan dunia teater ada beberapa hal yang
berbeda karna ada kekurangan dan kelebihan tersendiri seperti di dunia teater
kiata punya limitasi dengan melakukan penampilan on stage tapi dibalik itu juga
dapat membuat kita lebih kereatif karna limitasi yang ada dan membuat inovasi
untuk hal hal baru. Tapi di dunia perfilman kita punya ruang yang luas untuk
berkarya dan lebih banyak hal untuk diexplor dengan beragam divisi yang ada dan
dominan divisi yang ada di dalam dunia teater juga ada di dalam dunia perfilman
terutama yang saya lakukan seperti property, wardrobe dan set decoration. Karna
fdari itu awalnya saya tertarik dalam dunia perfileman karena semua hal yang
tadi saya selaskan juga ada dalam dunia perfileman. Dana hal lainya yang saya
suka didalam dunia perfilman adalah kita selalu belajar hal baru bahkan hal
yang diluar bidang kita karena keperluan tertentu mungkin saat meakukan riset
atau membutuhkan penggambaran dan pengadeganan yang realistic kita memerlukan
belajar hal yang dibutuhkan. Jadi kenapa saya masuk sekolah atau dunia film
karena kesukaan dan ketertarikan saya dalam divisi dan pekerjaan yang ada dalam
dunia film karena saya salah satu tipe orang yang ingin bekerja karna menyukai
pekerjaanya bukan hanya karna tuntutan hidup dan hal plus lainya saat saya
masuk dunia perfilman yaitu masih banyak hal yang saya bisa explor dan coba
karna dalam dunia film ada banyak divisi lainya yang masih mau saya coba satu
per satu dan mengembangakan kapasitas diri saya sendiri.

0 Komentar