THE GRAND BUDAPEST HOTEL

Tanggal rilis: 6 Maret 2014 (Germany)

Di Sutradarai oleh Wes Anderson

Di Produseri oleh Wes Anderson | Jeremy Dawson | Steven Rales | Scott Rudi

Genre: Adventure . Comedy . Crime

Cerita oleh: Stefan Zweig | Wes Anderson | Hugo Guinness



Setelah saya menonton film ini “The Grand Budapest Hotel” di permulaan saya menonton saya merasa terpaku dengan mise en scene yang di sajikan dalam film ini. Dilihat dari setiap adegan, setiap scene dan shot mereka membuat komposisi Simetris dengan menggunakan kamera movement yang dominan statis memberi kesan tersendiri untuk penonton baru film-film yang di sutradarai oleh Wes Anderson. Setelah beberapa saat menonton film ini saya  mulai merasa aneh dan janggal atau lebih tepatnya lebih ke arah kesal atau gereget saat menonton karena komposisi nya yang terlalu statis dan terus berlanjut seperti itu membuat penonton merasa terganggu terutama saya yang memiliki OCD atau perfeksionis melihat film ini yang rapih, statis dan simetris tapi dibeberapa ditel malah sengaja ada objek yang diletakan tidak sejajar atau sama membuat saya merasa kesal dan janggal saat melihatnya. Secara keseluruhan bagi saya film ini bagus dan menarik, memiliki cerita dan plot yang menarik dan cara pengadeganan yang khas 1980an yang  terlihat dari Gerakan dan cara berdialog serta jeda-jeda yang ada pada beberapa scene. Dan dari segi lain yaitu set lokasi ,warna, kostum, property, Frameing dan kamera movement sangat bagus dan menarik khas dari Wes Anderson sendir, tapi tetap untuk saya film ini masih banyak mentrigger saya saat menonton setiap pengadegananya.

 

Pada film ini “The Grand Budapest Hotel” saya akan membahas beberapa aspek mise en scene yang menonjol pada film ini. Dimulai dengan Set design dan properti yang dibuat dalm film ini banyak menggunakan ditel ornamen dan pemilihan set untuk menyesuaikan dengan komposisi simetri yang di inginkan, pembuatan hotel yang mewah dan megah secara interior maupun exterior dengan penggunaan miniature hotel untuk menunjukan kesan megah dan mewah luar maupun dalam, begitu juga dengan set lainya juga penuh dengan ditel seperti penjara, kantor polisi dan mansion. Berikutnya adalah kostum dan juga Make up, pada film ini Kostum yang digunakan cukup menonjol dan terlihat lebih otentik seperti baju pelayan dan juga baju penjara yang memang terlihat khas baju penjara british. Dan untuk make up dominan terlihat lebih kuat dan tangkas dalam penggunaan make up, memberi poin tersendiri pada setiap karakter. Berikutnya adalah color dan lighting, pada film ini banyak telihat penggunaan warna dan lighting yang terang dan mencolok yang mencuri perhatian penonton sekaligus menutupi kekurangan character building yang ada pada film. Dan berikutnya adalah framing dan blocking, pada film ini banyak terlihat Framing dan blocking yang khas dari Wes Anderson dimana terlihat statis dan kaku dalam setiap pergerkan, maka dari itu wea Anderson banyak bekerjasama dengan actor yang sama karena sudah memahami cara ia mendirecting. Dan yang berikutnya adalah sound dan music, sound dan music yang digunakan pada film ini dominan memiliki kesan lagu klasik seperti opera dan juga penggunaan sound Fx yang dominan mengikuti situasi tapi menonjol sseperti Langkah kaki, membuka pintu dan lainya, terasa seperti sound Fx yang digunakan oleh kartun Tom and Jerry.


 ⮞ 🟊🟊🟊🟊🟊🟊🟊✰✰✰